Sekilas tentang Sunan Bonang

Assalamualaikum…
Kali ini saya mau share ke kalian tentang sunan yang lagu hasil ciptaannya masih dilestarikan hingga saat ini, yakni Sunan Bonang. Langsung aja check this out !
Sunan Bonang adalah putra dari Sunan Ampel, dan merupakan keturunan ke-23 dari Nabi Muhammad SAW. Ia adalah hasil perkawinan Sunan Ampel dengan Nyai Ageng Manila, putri adipati Tuban. Sunan Bonang banyak berdakwah melalui kesenian untuk menarik penduduk Jawa agar memeluk agama Islam. Ia dikatakan sebagai pencipta suluk Wijil dan tembangTombo Ati, yang masih sering dinyanyikan orang hingga detik ini. Ia memasukkan rebab dan bonang ke peralatan gamelan jawa. Universitas Leiden, Belanda pun menyimpan sebuah karya sastra bahasa Jawa bernama Het Boek van Bonang (Buku Bonang). Menurut G.W.J. Drewes, itu bukan karya Sunan Bonang namun mungkin saja mengandung beberapa ajarannya. Sunan Bonang diperkirakan wafat pada tahun 1525 dan dimakamkan di daerah Tuban, Jawa Timur.

Sekian post saya kali ini tentang Sunan Bonang yang saya dapat dari http://id.wikipedia.org dengan sedikit perubahan dari saya.

See you on the next post,

Sekilas tentang Sunan Ampel

Assalamualaikum…
Kali ini saya mau share ke kalian tentang satu-satunya wali songo yang dimakamkan di daerah Surabaya, Jatim. Langsung aja check this out !
Sunan Ampel bernama asli Raden Rahmat, merupakan keturunan ke-22 dari Nabi Muhammad. Menurut riwayat, ia adalah putra Ibrahim Zainuddin Al-Akbardan yang menikah dengan seorang putri Champayang bernama Dewi Condro Wulan binti Raja Champa Terakhir Dari Dinasti Ming. Silsilah lengkapnya sebagai berikut : Sunan Ampel bin Sayyid Ibrahim Zainuddin Al-Akbar bin Sayyid Jamaluddin Al-Husain bin Sayyid Ahmad Jalaluddin bin Sayyid Abdullah bin Sayyid Abdul Malik Azmatkhan bin Sayyid Alwi Ammil Faqih bin Sayyid Muhammad Shahib Mirbath bin Sayyid Ali Khali’ Qasam bin Sayyid Alwi bin Sayyid Muhammad bin Sayyid Alwi bin Sayyid Ubaidillah bin Sayyid Ahmad Al-Muhajir bin Sayyid Isa bin Sayyid Muhammad bin Sayyid Ali Al-Uraidhi bin Imam Ja’far Shadiq bin Imam Muhammad Al-Baqir bin Imam Ali Zainal Abidin bin Imam Al-Husain bin Sayyidah Fathimah Az-Zahra binti Nabi Muhammad Rasulullah. Sunan Ampel umumnya dianggap sebagai sesepuh oleh para wali lainnya. Beliau mendirikan pesantren yang bertempat di daerah Ampel Denta, Surabaya, dan merupakan salah satu pusat penyebaran agama Islam tertua di Jawa. Ia menikah dengan Nyai Ageng Manila, putri adipati Tuban dan juga menikah dengan Dewi Karimah binti Ki Kembang Kuning. Pernikahan Sunan Ampel dengan Nyai Ageng Manila binti Adipati Tuban, berputra : Sunan Bonang, Siti Syari’ah, Sunan Derajat, Sunan Sedayu, Siti Muthmainnah dan Siti Hafsah. Sementara pernikahan Sunan Ampel dengan Dewi Karimah binti Ki Kembang Kuning, berputera: Dewi Murtasiyah, Asyiqah, Sunan Lamongan, Sunan Demak, Pangeran Tumapel dan Raden Faqih. Makam Sunan Ampel teletak di dekat Masjid Ampel, Surabaya.

Sekian post saya kali ini tentang Sunan Ampel yang saya dapat dari http://www.id.wikipedia.org tentu dengan perubahan seperlunya dari saya. AHD5RDF75C6X

See you on the next post,

Sekilas tentang Sunan Gresik

Assalamualaikum…
Kali ini saya akan share ke kalian tentang wali yang bisa disebut sebagai ‘Bapak para WaliSongo’, karena ada keturunan beliau yang akhirnya menjadi salah satu dari WaliSongo, yakni Sunan Gresik. Langsung aja check this out !
Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik adalah keturunan ke-22 dari Nabi Muhammad. Ia juga sering disebut sebagai Sunan Tandhes atau Mursyid Akbar Thariqat Wali Songo, nasab Sunan Gresik menurut catatan dari As-Sayyid Bahruddin Ba’alawi Al-Husaini adalah As-Sayyid Maulana Malik Ibrahim bin As-Sayyid Barakat Zainal Alam bin As-Sayyid Husain Jamaluddin bin As-Sayyid Ahmad Jalaluddin bin As-Sayyid Abdullah bin As-Sayyid Abdul Malik Azmatkhan bin As-Sayyid Alwi Ammil Faqih bin As-Sayyid Muhammad Shahib Mirbath bin As-Sayyid Ali Khali’ Qasam bin As-Sayyid Alwi bin As-Sayyid Muhammad bin As-Sayyid Alwibin As-Sayyid Ubaidillah bin Al-Imam Ahmad Al-Muhajir binAl-Imam Isa bin Al-Imam Muhammad bin Al-Imam Ali Al-Uraidhi bin Al-Imam Ja’far Shadiq bin Al-Imam Muhammad Al-Baqir bin Al-Imam Ali Zainal Abidin bin Al-Imam Al-Husain bin Sayyidah Fathimah Az-Zahra/Ali bin Abi Thalib, binti Nabi Muhammad Rasulullah. Ia diperkirakan lahir di Samarkanddi, Asia Tengah, pada awal abad ke-14. Babad Tanah Jawi versi Meinsma menyebutnya Asmarakandi, karena mengikuti pengucapan lidah orang Jawa terhadap As-Samarqandy. Dalam beberapa cerita rakyat, ada yang memanggilnya ‘Kakek Bantal’. Sunan Gresik memiliki 3 isteri bernama:
1. Siti Fathimah binti Ali Nurul Alam Maulana Israil (Raja Champa Dinasti Azmatkhan) dan dikaruniai 2 anak bernama Maulana Moqfaroh dan Syarifah Sarah
2. Siti Maryam binti Syaikh Subakir dan dikaruniai 4 anak, yakni : Abdullah, Ibrahim, Abdul Ghafur, dan Ahmad
3. Wan Jamilah binti Ibrahim Zainuddin Al-Akbar Asmaraqandi dan dikaruniai 2 anak yakni : Abbas dan Yusuf. Selanjutnya, Sharifah Sarah binti Maulana Malik Ibrahim dinikahkan dengan Sayyid Fadhal Ali Murtadha (Sunan Santri) dan melahirkan dua putera yaitu Haji Utsman (Sunan Manyuran) dan Utsman Haji (Sunan Ngudung). Selanjutnya Sunan Ngudung memiliki putera yang nantinya juga menjadi salah satu anggota dari walisongo, yakni Sunan Kudus. Sunan Gresik umumnya dianggap sebagai wali pertama yang mendakwahkan Islam di Jawa. Ia juga mengajarkan cara-cara baru dalam bercocok tanam dan banyak merangkul golongan masyarakat Jawa yang tersisihkan akibat berakhirnya kekuasaan Majapahit. Sunan Gresik selalu berusaha menarik hati masyarakat yang tengah dilanda krisis ekonomi dan perang saudara. Ia juga membangun pondok pesantren tempat belajar agama di Leran, Gresik. Pada tahun 1419, Sunan Gresik wafat. Ia dimakamkan di desa Gapura Wetan, Gresik, Jawa Timur.

Sekian post saya kali ini tentang Sunan Gresik yang saya dapat dari http://www.id.wikipedia.org tentu dengan sedikit perubahan dari saya.

See you on the next post,

Sekilas tentang Wali Songo

Assalamualaikum…
Untuk post pertama blog ini, saya mau share ke kalian tentang sembilan pendakwah agama islam yang biasa disebut Wali Songo. Langsung aja check this out !
Wali songo (atau Wali sanga) dikenal sebagai penyebar agama Islam di tanah Jawa pada abad ke 14. Mereka tinggal di tiga wilayah penting di pantai utara Pulau Jawa, yakni Surabaya-Gresik-Lamongan di Jawa Timur, Demak-Kudus-Musia di Jawa Tengah, dan Cirebon di Jawa Barat. Munculnya Wali songo bersamaan dengan berakhirnya dominasi Hindu- Budha dalam budaya Nusantara, yang akhirnya digantikan dengan kebudayaan Islam. Wali songo adalah simbol penyebaran Islam di Indonesia, khususnya di Jawa. Tentu banyak tokoh lain yang juga berperan, namun peranan mereka yang sangat besar dalam mendirikan Kerajaan Islam di Jawa, juga pengaruhnya terhadap kebudayaan masyarakat secara luas serta dakwah secara langsung, membuat para Wali songo ini lebih banyak dikenal orang dibanding yang lain. Ada beberapa pendapat mengenai arti Walisongo. Pertama adalah wali yang sembilan, yang menandakan jumlah wali yang ada sembilan, atau ‘sanga’ dalam bahasa Jawa. Pendapat lain menyebutkan bahwa kata songo / sanga berasal dari kata ‘tsana’ yang dalam bahasa Arab berarti mulia. Pendapat lainnya menyebut kata ‘sanga’ berasal dari bahasa Jawa, yang berarti ‘tempat’. Pendapat lain mengatakan bahwa Wali songo adalah sebuah majelis dakwah yang pertama kali didirikan oleh Sunan Gresik pada tahun 1404 Masehi. Para Wali songo adalah pembaru masyarakat pada masa itu. Pengaruh mereka dapat dirasakan dalam beragam bentuk manifestasi peradaban baru masyarakat Jawa, mulai dari kesehatan, bercocok-tanam, perniagaan, kebudayaan, kesenian, kemasyarakatan, hingga ke pemerintahan. Nama-nama dari para Wali songo tersebut, yakni:
1. Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim
2. Sunan Ampel atau Raden Rahmat
3. Sunan Bonang atau Raden Makhdum Ibrahim
4. Sunan Drajat atau Raden Qasim
5. Sunan Kudus atau Ja’far Shadiq
6. Sunan Giri atau Raden Paku
7. Sunan Kalijaga atau Raden Said
8. Sunan Muria atau Raden Umar Said
9. Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah

Sekian post saya tentang walisongo kali ini, yang saya dapat dari http://www.id.wikipedia.org tentu dengan sedikit perubahan dari saya.

See you on the next post,